Bidadari Bersayap Biru (Agnes Jessica)

Posted on December 28, 2009. Filed under: Fiksi, romance | Tags: , , , , , , |

Bidadari Bersayap Biru (SC)Maya yang seorang psicometrist (seseorang yang bisa melihat kejadian masa lalu ketika ia menyentuh tangan orang lain atau suatu barang) merupakan anak angkat dari keluarga yang morat marut keadaan keuangannya. Dengan kejam ia dijadikan pelayan oleh ibu dan saudara tirinya. Setiap hari Ayahnya pergi bekerja, walaupun Maya yakin itu hanya di mulut saja, karena Maya pun tahu Ayahnya hanya ingin melarikan diri dari tekanan sang isteri yang makin harii makin menjadi-jadi. Maya yang tidak berdaya hanya bisa mematuhi segala perintah ibu tirinya dan pasrah walaupun segala perintah yang dilontarkan sering sekali menyelipkan makian atau ejekan menyakitkan hati.

Sampai suatu hari, Maya merasa tidak tahan menerima cercaan Ibu tirinya yang makin keterlaluan, Maya memutuskan untuk pergi ke rumah sebelah yang kebetulan kosong untuk menenangkan diri. Di rumah tersebut ia bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah anak dari pemilik rumah tersebut. Perlahan namun pasti, cinta mulai terjalin di antara keduanya. Namun yang menarik justru bukan di kisah cinta antara Maya dan pria tersebut, akan tetapi buku harian yang tergeletak di rumah tersebut. Buku tersebut benar-benar menggugah Maya untuk menguak apa yang tertulis di dalamnya, dan terkejutlah Maya bahwa ternyata di dalam buku itu tertoreh berbagai kisah dari reinkarnasi Maya-Maya di masa lalu di berbagai negara. Kisah Maya di masa lalu benar-benar menarik untuk disimak karena selain mengungkapkan  berbagai kebudayaan yang berbeda, kekuatan personal dari Maya-Maya di masa lalu sangat kuat, sehingga menggugah Maya-masa-kini untuk terus mencari tahu kepada siapa kepemilikan buku tersebut. Selain itu, di rumah tersebut juga tergolek sebuah bros berbentuk bidadari bersayap biru yang semakin mengguncang rasa ingin tahu Maya untuk mencari tahu si empunya bros. Maya sangat penasaran karena ia yakin bahwa si pemilik bros ada hubungannya dengan ayah angkatnya.

Review (diambil dari bukukita.com)

“Karya-karya Agnes Jessica adalah karya-karya ringan yang akan banyak disukai banyak kalangan pula. tapi yang kurang dari Agnes Jessica adalah kebanyakan dari karyanya adalah komersil.

Pertama kali saya membeli sebuah karya dari Agnes Jessica saya sangat tertarik karena ceritanya sangat bagus, dan cara penyampainnyapun menarik, dan mudah dipahami, pembaca seakan dibawa masuk ke dalam ceritanya. Di buku kedua saya belipun demikian, karyanya sangat bagus, tapi di buku kedua yang saya beli, saya mulai merasa sama saja, memang gaya tulisannya menarik dan bagus tapi kebanyakan alur ceritanya sama saja, komersil. Jadi buat sebagian orang yang memperhatikan akan memperoleh kekurangan tersebut, tapi sampai sekarang saya masih menyukai karya-karya Agnes Jessica, cocok sekali dengan kehidupan perempuan.

Salah satu karya Agnes Jessica yang berjudul Bidadari bersayap birupun tak kalah seru dengan karyanya yang lain, karya ini diawali oleh seorang gadis bernama Maya dalam mengungkap jati diri pemegang sebuah bros bersayap biru, yang masa lalunya berkaitan erat dengan Maya sendiri.

Karya ini lebih kepada reinkarnasi hidup beberapa kali seorang gadis dalam penantiannya untuk bisa bersatu dengan kekasih yang dicintainya. Dalam penggambarannya pun di sebuah buku harian yang ditemukan di rumah tetangga Maya yang jadi kunci misteri masa lalu yang empunya Bros.

Menurut saya yang menarik di sini justru bukan kisah cinta Maya di zaman ini, bukan kisah cintanya dengan pemilik rumah sebelah, tapi lebih kepada menariknya buku harian yang dibaca Maya, di mana buku harian tersebut memuat banyak kisah perjalanan seorang Maya di masa lalu yang digambarkan dalam cerita berbagai negara.

Agnes Jessica memang hebat dalam penggambaran hubungan suami isteri, di buku tersebut tidak terlihat vulgar tapi memang pas dengan kisahnya.

Meski dengan setting berbagai macam negara, otomatis kebudayaannya pun berbeda, yang hebatnya Agnes Jessica meski tidak memperlihatkan perbedaan kebudayaan dan semacamnya dia masih dapat menggambarkan dengan tepat yaitu tidak terlalu terfokus pada negaranya melainkan pada personalnya, sehingga pembaca pasti tidak terlalu berpikiran tentang tempat dan daerahnya sehingga hanya terfokus pada sang Maya dan tokoh pembantu lainnya. Bagus!

Tapi yang membuat saya kurang puas, karena cerita di masa lalunya hanya sedikit, padahal dengan membaca buku harian tersebut pembaca seakan menikmati cerita pendek lainnya, seperti berberapa cerita dalam satu buku, meskipun semuanya berkaitan erat.

Ayo… Agnes Jessica… lebih banyak berhayal pasti menciptakan karya yang berbeda, saya ingin menantikan gebrakan lain dari Karya Agnes Jessica! (ndah)”

PINJAM SEKARANG DI LADANGBUKU

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: