To Tokyo to Love (Mariskova)

Posted on December 28, 2009. Filed under: Fiksi, metropop, romance | Tags: , , , , , , , , , , |

tokyo-revSetiap orang memiliki impian. Bagi Nina, impiannya adalah memiliki kehidupan yang sempurna: tinggal di rumah, membesarkan anak-anak, mengurus keluarga, melayani suami, dan sebagai hasilnya mendapatkan suami yang memandangnya dengan mata dipenuhi pendar-pendar cinta. Kehidupan sempurna yang ia lihat dimiliki mamanya dan ia ingin sekali merengkuh kebahagiaan itu juga.

Mimpinya hampir menjadi kenyataan. Namun sesaat sebelum pernikahannya, Ian Prayogo, tunangannya, memberi kabar buruk: Ian Prayogo mengaku ‘khilaf’ karena selingkuh dengan mantan pacarnya dan harus segera menikahi perempuan tersebut.

Nina harus mengubur mimpinya. Tanpa impian, tanpa cinta, dan tanpa jiwa, Nina pergi ke Jepang untuk melupakan Ian. Di Tokyo, Nina berusaha menata hatinya kembali. Yang menjadi penghiburnya adalah seorang laki-laki misterius bersetelan jas hitam yang ia temui setiap hari di kereta dan seorang laki-laki sahabat maya bernama Takung, yang belum pernah ia temui.

Sedikit demi sedikit, Nina mampu berjalan tegak. Semua itu karena dukungan dari sahabat mayanya dan rasa cintanya yang tumbuh bersemi kepada laki-laki misterius di kereta. Namun, ketika Nina hampir mampu melupakan masa lalunya, Ian datang ke hadapan Nina, memintanya kembali ke pelukannya. Dan dia tidak sendiri. Karina, istri Ian, juga datang menemuinya, memintanya menjauhi suaminya, atau ia akan membunuhnya….

Review

Sebuah karya yang penuh dengan penggalan kalimat hiperbola yang menurut saya sangat menarik untuk dibaca. Mariskova menyampaikan jalan cerita dengan bahasa yang menarik dan memberikan perbandingan dengan sesuatu yang hiperbola yang kadang membuat saya ngakak sendiri saat membacanya. Seperti penggalan kalimat di bawah ini :

“telingaku sudah tak tahan mendengarkan suara-suara keras dari loudspeaker yang dipasang di tiap toko. aku berani bertaruh suara-suara di akihabara ini pasti terdnegar sampai ke bulan.

Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang lainnya.

Namun sayang menurut saya, keciamikan tata bahasa yang ada tidak diimbangi dengan ide cerita yang bagus dan tidak biasa. Menurut saya tema yang diambil masih terlalu umum, dan Mariskova terlalu banyak memasukkan adegan tidak terlalu penting. Meskipun adegan tidak penting juga perlu untuk memperkuat jalan cerita, namun menurut saya terlalu banyak, jika mengingat inti cerita yang terlalu sedikit.

Salah satu lagi kelebihan sekaligus kekurangan dari novel ini adalah Mariskova memberi penggambaran lokasi Jepang dengan sangat akurat, sehingga kita bisa membayangkan suasana Jepang di otak kita tanpa kita sudah pernah ke negara tersebut. Namun sekali lagi, menurut saya Mariskova seperti terlalu menggebu-gebu menggambarkan Jepang sehingga detail-detail yang -maaf- sangat tidak penting juga dituliskan sehingga membuat pembaca sering merasa kebosanan. (pendapat pribadi sih, kalau ada yang menyukai novel ini, bisa ditulis argumennya lewat kolom di bawah.😀 ) Namun bagi yang menyukai jepang-jepangan, kisah romance dengan penuturan bahasa yang tidak biasa, novel To Tokyo to Love ini patut untuk dicoba.

PINJAM SEKARANG DI LADANGBUKU

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: